Sejarah Perkembangan Komputer Bagian Pertama

October 30, 2012 Leave a comment

Komputer yang pertama adalah manusia! Komputer pada awalnya adalah nama jabatan/pekerjaan. Digunakan untuk menggambarkan orang (umumnya wanita) yang pekerjaannya melakukan perhitungan berulang-ulang seperti menghitung tabel posisi planet untuk almanak astronomi, tabel navigasi untuk pelayaran.

 

Gambar 1 Lukisan “counting tables”

Advertisements

Mengunci Folder dengan File Dekstop.ini

October 30, 2012 Leave a comment

Langkah-langkah pembuatan-nya cukup mudah :

  1.  Bukalah aplikasi notepad,anda bisa membukanya dengan meng-klik START>>RUN dan ketikan notepad
  2. Ketikan script dibawah ini : [.ShellClassInfo] CLSID={2559a1f2-21d7-11d4-bdaf-00c04f60b9f0}
  3. Lalu simpan dengan mengklik File>>Save As dan berilah nama desktop.ini lalu tekan Save.
  4. Selanjutnya letakan file desktop.ini di sebuah folder yang ingin dikunci,contoh saya letakan file tersebut di folder test
  5. Rubahlah attribut folder test tersebut,biasanya saya merubahnya lewat Command Prompt,dengan meng-klik START>>RUN dan ketikan cmd.Lalu telusuri letak folder tersebut.Contoh letak folder test yang saya buat tadi,berada di C:\Document and Settings\ucup\Desktop\
    Lalu ketikan perintah attrib +s [nama folder] Contoh : attrib +s test
  6. Maka folder akan berubah menjadi terkunci dengan icon

Mengubah Setting Bandwith pada Windows

October 30, 2012 Leave a comment

Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari
total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal,Jika anda ingin menambah bandwidth internet
supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau
mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam
menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. Kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. Kemudian Klik Network
7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer

Tips Merawat Komputer (PC)

October 30, 2012 Leave a comment
  1. Memiliki ventilasi udara yang cukup, sehingga udara di dalam ruangan tidak terlalu lembab atau terlalu kering
  2. Memiliki pengaman kebakaran, bisa berupa alarm, detektor asap, pemadam kebakaran otomatis ataupun minimal tabung pemadam kebakaran yang berisi dry powder
  3. Jika menggunakan AC dan berkarpet, usahakan melakukan perawatan AC secara berkala dan membersihkan karpet dengan penyedot debu, untuk mencegah merebaknya virus/kuman penyakit pernapasan
  4. Groundkan CPU anda pada tembok atau apa saja yg bersifat isolator
  5. Jika memungkinkan gunakanlah Screen Filter pada monitor bertipe CRT
  6. Jika tidak memiliki meja khusus komputer, usahakan CPU ditempatkan pada tempat tidak terlalu lembab atau terlalu kering
  7. Gunakan pelindung/ plastik bening pada keyboard, agar huruf2 pd keyboard tidak mudah mengelupas

Sumber ilmu komputer

 

Cara Mengubah Boot Loader

October 30, 2012 Leave a comment

1. Menambahkan background
Buka terminal kemudian edit file “/etc/grub.d/05_debian_theme”, menggunakan perintah
sudo gedit /etc/grub.d/05_debian_theme
kemudian cari baris
WALLPAPER=”/usr/share/images/desktop-base/moreblue-orbit-grub.png”
baris tersebut menunjukkan direktori dimana file gambar yang akan digunakan sebagai background image pada grub, misalkan pada contoh ini saya ingin mengganti background pada grub dengan gambar yang sudah saya persiapkan di direktori /home/arie/sabily.png maka edit baris tersebut menjadi
WALLPAPER=”/home/arie/sabily.png”

Sebelum di edit

setelah diedit
Jika anda ingin mengubah warna dari text yang ada pada grub, edit pada baris berikut di file yang sama
COLOR_NORMAL=”black/black”
COLOR_HIGHLIGHT=”magenta/black”
2. Mengganti resolusi gambar
Edit file /etc/default/grub , untuk mengubah resolusi background, dengan perintah
sudo gedit /etc/default/grub
kemudian cari baris
#GRUB_GFXMODE=console
Untuk mengganti resolusi background, hilangkan tanda “#” dan ubah tulisan console dengan resolusi yang anda inginkan misalkan “640×480″ sehingga hasilnya seperti baris berikut
GRUB_GFXMODE=640×480
Setelah konfigurasi selesai jangan lupa, update grub dengan perintah
sudo update-grub

Merubah Kepemilikan File Linux Ubuntu

October 30, 2012 Leave a comment

Setiap file di dalam linux pasti terdapat atribut dan keterangan file. Nah untuk melihat hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan perintah ls yaitu sebagai berikut :

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    root     root     juli 09 2009            /home/file1
maksud dari keterangan diatas menurut  blok :
-rwxr-xr-x              =  hak akses dari suatu file
root                           =  user
root                           =  grup
juli 09 2009          =  tanggal pembuatan file
/home/file             =  letak file / nama file

setelah melihat contoh diatas sekarang adalah cara untuk merubah kepemilikan file. Adapaun caranya adalah dengan perintah chown sebagai berikut :

[root@ergieroot]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    root     root     juli 09 2009            /home/file1
[root@ergie root]# chown  ergie  /home/file1

[root@ergieroot]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    ergie       root     juli 09 2009            /home/file1

dari contoh diatas terlihat bahwa file1 yang dimiliki oleh user root berubah kepemilikan menjadi user ergie. Kemudian cara untuk merubah kepemilikan grup adalah dengan menggunakan perintah chgrp. Adapun contohnya sebagai berikut :

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    ergie       root     juli 09 2009            /home/file1
[root@ergie root]# chgrp ergie /home/file1

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    ergie       ergie     juli 09 2009            /home/file1

dari contoh diatas terlihat bahwa file1 yang dimiliki oleh grup root berubah kepemilikan menjadi grup  ergie. Berikut ini langkah untuk merubah kepemilikan file dan grup secara bersamaan. Contoh perintah :

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    ergie       ergie     juli 09 2009            /home/file1
[root@ergie root]# chown  root.root /home/file1

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    root     root     juli 09 2009            /home/file1

dari contoh diatas terlihat bahwa file1 yang dimiliki oleh user ergie dan  grup ergie berubah kepemilikan menjadi user root dan grup  root. Jika kadang dijumpai file yang tidak bisa terubah kepemilikannya bisa menggunakan perintah –R (recursive). Contoh penggunaan sebagai berikut :

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    root     root     juli 09 2009            /home/file1
[root@ergie root]# chown -R ergie.ergie   /home/file1

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    ergie    ergie    juli 09 2009            /home/file1

Hak Akses

Hak akses file di linux adalah sangat penting untuk mencegah user yang tidak berkentingan mengakases file-file tertentu. Di dalam linux terdapat user administrator atau biasa disebut super user atau root. Jika kita menggunakan user ini maka akan dapat mengakses semua file yang ada.

Di dalam linux terdapat 3 hak akses. Adapaun hak akses tersebut adalah :

read ( r )

jika suatu file mempunyai hak akses yaitu read maka file tersebut hanya dapat dibaca saja, dengan menggunakan perintah cat, vi, pico dll. Tetapi tidak bisa diubah maupun dihapus. Jika itu adalah direktori maka hanya dapat melihat isi direktori saja menggunakan perintah ls

write ( w )

jika suatu file mempunyai hak akses yaitu write maka file tersebut dapat diubah maupun dihapus. Jika itu adalah direktori maka direktori itu dapat dihapus berserta file file yang ada di dalamnya.

execute ( x )

jika suatu file mempunyai hak akses yaitu execute maka file tersebut dapat dijalankan layaknya sebuah aplikasi. Jika itu adalah direktori maka semua file yang ada di direktori tersebut dapat dijalankan layaknya sebuah program aplikasi.

Merubah Hak Akses

Sebelum merubah hak akses perlu diketahui singkatan singkatan yang dugunakan dalam perintah dan mengetahui struktur atribut sebuah file.

Contoh :
[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    ergie   ergie    juli 09 2009            /home/file1

Keterangan :
–     r     w      x      r     –      x       r      –      x
1  |  2    3      4   |   5     6     7   |   8      9    10
u                     g                      o

Keterangan :

nomer 1 adalah tanda jenis suatau file

jika  –  maka itu file biasa

jika  d  maka itu adalah direktori

jika  l maka itu adalah sebuah link

nomer 2,3,4 adalah hak akses kepemilikan dari user

nomer 5,6,7 adalah hak akses kempemilian dari grup

nomer 8,9,10 adalah hak akses kepemilikan dari other

Kemudian beberapa singkatan yang perlu diketahui :

u = user
g = grup
o = other
a = all (user,grup,other)
+ = menambah atribut
–  = mengurangi atribut

Cara merubah hak akses ada 2 metode dan dengan menggunakan perintah chmod :

Metode Huruf

Contoh penggunaan :

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxr-xr-x         1    root    root     juli 09 2009            /home/file1
[root@ergie root]# chmod  g+w,o+w  /home/file1

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxrwxrwx         1    root    root     juli 09 2009            /home/file1

terlihat contoh diatas cara merubah hak akses dari file1, awalnya -rwxr-xr-x  menjadi –rwxrwxrwx.

Contoh lagi cara merubah hak akses file :
[root@ergie root]# ls –l /home
-rwxrwxrwx         1    root    root     juli 09 2009            /home/file1
[root@ergie root]# chmod  g-rwx,o-rwx  /home/file1

[root@ergie root]# ls –l /home
-rwx——         1    root    root     juli 09 2009            /home/file1

terlihat contoh diatas cara merubah hak akses dari file1, awalnya -rwxrwxrwx  menjadi –rwx——

Cara Membuat Theme WordPress

October 30, 2012 Leave a comment

Kita akan mencoba membangun sebuah theme sederhana, tanpa gambar sama sekali. Untuk gambar, anda bikin sendiri ya? hehehe…

Sebelum kita memulai ngurusin coding, saya akan coba share dulu struktur berkas themes. Karena anda harus paham soal ini dulu sebelum beranjak mengutak-atik kode nanti.

Berkas Utama Theme

Biasanya, ada 2 berkas penting yang harus dimiliki sebuah themes, yaitu:

– style.css
– index.php

Dengan dua berkas ini, kita sudah bisa membangun sebuah themes WordPress. Tapi, untuk menampilkan hasil yang lebih fantastis, kita membutuhkan beberapa berkas lain untuk mendukung/mempercantik themes kita.

Berkas Tambahan

Inilah berkas-berkas yang bisa dipakai sekalian dengan fungsi-fungsinya:

home.php : digunakan untuk menampilkan halaman depan blog
header.php : Digunakan untuk menampilkan bagian header blog
sidebar.php : digunakan untuk menampilkan bagian sidebar blog
footer.php : digunakan untuk menampilkan bagian footer blog
single.php : digunakan untuk menampilkan artikel.
page.php : digunakan untuk menampilkan page.
search.php : digunakan untuk menampilkan hasil pencarian.
archive.php : digunakan untuk menampilkan arsip blog (arsip tanggal, bulan, dll).
functions.php : digunakan untuk mengatur fungsi-fungsi yang berlaku di blog.
404.php : digunakan untuk menampilkan halaman error 404

silahkan klik link dibawah ini jika ingin mengetahui selengkapnya

next